Senin, 27 Agustus 2018

Keyakinan Sukanto Tanoto untuk Menjadikan Indonesia Sebagai Pemimpin Industri Kehutanan di Dunia

Tags

Sebelum kami akan membahas lebih detail tentang keyakinan Sukanto Tanoto untuk menjadikan negeri kita ini sebagai pemimpin di industri kehutanan di dunia, penting pula untuk Anda ketahui siapa sih sebenarnya Sukanto Tanoto itu? Sukanto Tanoto merupakan salah seorang pendiri dan pemimpin Royal Golden Eagle (RGE) internasional. Ini adalah sebuah grup perusahaan manufaktur yang berbasis sumber daya alam. Sudah cukup lama memang Sukanto Tanoto memulai bisnis pertamanya sebagai pemasok suku cadang di industri minyak dan juga konstruksi. 
Tentu saja sebagai seorang pebisnis dan juga visioner, Sukanto Tanoto awali karir bisnisnya tersebut sebagai kontraktor atau supplier suku cadang di tahun 1967. Setelah dirasa sudah cukup berhasil dalam menjalankan bisnis sebagai kontraktor Sukanto lantas beralih ke industri sumber daya alam yang lainnya, seperti kehutanan, kelapa sawit, pulp and paper, serta pembangkit tenaga listrik. Sekarang ini perusahaan yang didirikan oleh Sukanto Tanoto, yakni Royal Golden Eagle memiliki total aset lebih dari 18 miliar dollar Amerika. 

Keyakinan Sukanto Tanoto untuk Menjadikan Indonesia Sebagai Pemimpin Industri Kehutanan di Dunia

Seperti yang kita tahu bersama bahwa, Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki luasan hutan paling besar di dunia. Bahkan menurut Badan Pusat Statistik, luasan hutan yang ada di negeri ini mencapai lebih dari 124 ribu hektar. Tapi sangat disayangkan sekali, dari waktu ke waktu keadaan hutan tersebut semakin menyusut akibat terjadinya kerusakan dan juga eksploitasi liar. Pasti saja yang demikian ini jadi masalah besar, terkait keberlangsungan hutan yang ada di Indonesia. 

Bukan hanya diam saja, berbagai pihak memang sudah berusaha untuk mengatasinya. Mulai dari dibuatnya peraturan yang tegas mengenai pengelolaan hutan hingga penanaman kesadaran terhadap pentingnya kelestariaan hutan itu sendiri. Bagi pebisnis sukses ini sendiri, usaha tersebut dinilainya masih belum cukup. Baginya, upaya pelestarian hutan sudah seharusnya diikuti pula dengan penelitian intensif. Tujuannya adalah agar bisa lahirkan pemahaman yang lebih baik lagi mengenai hutan. Para akademisi dinilai jadi pihak yang paling tepat untuk melakukan hal tersebut. 

Melalui Tanoto Foundation, Sukanto Tanoto bersungguh–sungguh ingin menggerakkan semangat para akademisi untuk lakukan sebuah riset mengenai kehutanan yang ada di Indonesia. Tanoto Forestry Information Center pada akhirnya terwujud sebagai salah satu bentuk dukungan yang diberikan oleh Sukanto Tanoto. Ia mangatakan bahwa, separuh dari wilayah Indonesia, atau sekitar 52.3 persen adalah hutan. Hutan di Indonesia kaya akan keanekaragaman sehingga sekitar 3.8 juta orang di Indonesia menggantungkan hidupnya di sektor kehutanan. 

Hal ini pula yang pada akhirnya menjadikan Sukanto Tanoto merasa ilmu kehutanan penting perannya untuk dikembangkan di negeri ini. Lalu untuk TFIC sendiri, diharap agar bisa jadi tempat yang tepat bagi para akademisi dalam bidang kehutanan, sekaligus sebagai sarana untuk kembangkan jejaring antar pelaku kehutanan yang ada di Indonesia atau pun internasional. 

Perlu untuk diketahui juga bahwa TFIC sediakan berbagai macam informasi dalam bentuk jurnal nasional atau pun internasional, juga informasi kehutanan dalam bentuk video dan panel. TFIC bahkan juga sudah melengkapi fasilitas yang akan memungkinkannya jadi pusat kegiatan mahasiswa serta dosen dalam kembangkan berbagai riset kehutanan. Herry Bastaman, selaku kepala Balitbang dan Inovasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga mengatakan bahwa hal ini memang perlu sekali untuk dilakukannya kolaborasi dan sinergi antar pelaku bisnis dengan akademisi, dan juga pemerintah dalam menangani kasus kerusakan hutan. 

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

Tidak ada komentar