Rabu, 14 Maret 2018

Cepat Tanggap Mengenali Gejala Anak Alergi Susu Sapi

Beberapa orang memang mempunyai alergi terhadap sesuatu termasuk alergi susu. Akan tetapi, alergi produk susu ini lebih banyak dialami oleh anak-anak, khususnya bayi. Penelitian yang telah dilakukan di berbagai negara menunjukkan bahwa alergi produk susu sapi dialami sekitar 2 persen bayi pada tahun pertama kehidupannya. Sekitar 1 – 7 persen bayi mengalami alergi pada protein hewani yang terdapat di dalam susu sapi. Kondisi alergi yang dialami bayi kemudian bereaksi pada sistem kekebalan tubuhnya. Bayi biasanya akan menampilkan gejala tertentu yang membuat tubuhnya lebih lemah dan terlihat lebih sakit-sakitan.

Mengapa bayi bisa mengalami alergi produk susu? 
Jika dijelaskan secara ilmiah, bayi memiliki sistem imunitas uang masih sangat rentan. Alergi susu sangat mungkin terjadi karena sistem imun menganggap bahwa kandungan protein pada susu sapi termasuk zat yang berbahaya. Secara alami, sistem imunitas tubuh akan memberikan reaksi sebagai bentuk perlawanan terhadap zat yang dianggap berbahaya. Reaksi tersebut seringkali menimbulkan gejala-gejala tertentu pada tubuh si kecil. Apa yang bisa orangtua lakukan untuk mengatasi hal ini? Jawabannya ada pada poin-poin berikut ini.

1. Lebih peka mengenali gejalanya

Gejala alergi terhadap produk susu hampir sama dengan gejala alergi pada makanan lain. Reaksinya bisa mempengaruhi kulit, saluran pencernaan, dan juga saluran pernafasan. Reaksi jangka pendek yang sering dialami bayi adalah gatal-gatal pada kulit. Lalu, reaksi jangka panjangnya adalah muncul asma atau nafas berbunyi, dermatitis (eksim kulit), perut kembung, diare, dan masih banyak yang lainnya. Setidaknya, ada tiga pola yang dialami bayi ketika alergi produk susu sapi.

Pola yang pertama adalah reaksi cepat. Biasanya, gejala alergi susu akan langsung terlihat dalam waktu 45 menit setelah si kecil mengonsumsi susu sapi. Waspadai bintik-bintik merah yang muncul. Rekasi alergi lainnya yang bisa muncul dalam waktu 45 menit setelah minum susu sapi adalah gatal-gatal pada kulit bayi, gangguan pernafasan (asma), sering bersin-bersin, gatal pada hidung dan mata, dan mata memerah.

Lalu reaksi sedang bayi yang alergi susu sapi akan terlihat antara 45 menit sampai 20 jam setelah si kecil mengonsumsi susu sapi. Gejala yang muncul dalam waktu ini adalah perut kembung, mual, muntah-muntah, atau diare. Orangtua harus cepat tanggap apabila bayi mengalami reaksi ini.

Reaksi lambat ditunjukkan dalam waktu lebih dari 20 jam setelah mengonsumsi susu. Tanda-tanda yang mungkin muncul adalah diare, sulit buang air besar, dan dermatitis (gangguan kulit). 

2. Lakukan Tes

Setelah orangtua menyadari bahwa anak-anak mungkin mengalami alergi susu, segeralah melakukan tes alergi di klinik kesehatan atau rumah sakit. Dokter akan melakukan serangkaian tes untuk memastikan kondisi si kecil. Dokter akan memeriksa darah, feses, dan juga akan melakukan tes alergi pada bayi. Jika hasilnya memang positif, Anda harus melakukan hal-hal lain supaya alergi yang dialami si kecil tidak semakin parah.

3. Ganti Susu Sapi dengan Susu Kedelai

Jika bayi Anda dinyatakan positif alergi susu sapi, Anda tidak perlu cemas. Anda hanya harus memikirkan alternatif lain agar nutrisi anak tetap terpenuhi dengan baik. Biasanya, bayi yang mengalami alergi produk sapi akan kekurangan protein, vitamin D, dan beberapa nutrisi lainnya. Anda harus segera memberikan alternatif lain kepada si kecil agar nutrisinya terpenuhi. Cara yang biasa ditempuh para orangtua yang memiliki bayi alergi produk susu sapi adalah dengan mengganti susu sapi ke susu kedelai. Susu kedelai juga kaya akan protein nabati yang baik untuk tubuh. Tak hanya itu, ada banyak kandungan vitamin dan nutrisi lainnya dalam susu kedelai. Susu kedelai bisa menjadi alternatif terbaik untuk anak-anak yang alergi produk susu.

4. Hindari Segala Macam Produk Olahan Susu

Jika anak positif mengalami alergi produk susu, orangtua harus benar-benar menjauhkan susu sapi dari si kecil, termasuk berbagai macam produk olahan susu, seperti keju dan yoghurt. Jangan memberikan makanan yang mengandung protein susu sapi supaya alerginya tidak kambuh lagi. Jika bayi masih mengonsumsi ASI, sang Ibu juga sebisa mungkin harus menjaduhi produk susu sapi karena protein pada susu sapi sangat mungkin bercampur dengan protein ASI.

Pada banyak kasus, bayi yang mengalami alergi susu sapi juga mengalami alergi terhadap berbagai makanan lainnya, seperti telur dan daging ayam. Kedua bahan makanan tersebut sama-sama mengandung protein hewani. Lakukan tes alergi yang menyeluruh supaya tahu kondisi bayi. Selain itu, Anda harus menjauhi segala jenis makanan yang dinyatakan sebagai pencetus alergi. Ganti nutrisi si kecil dengan makanan lain yang tidak ditolak oleh tubuh. Demikian adalah informasi yang bisa dijelaskan terkait alergi produk susu yang dialami oleh si kecil. Semoga bermanfaat!

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

Tidak ada komentar