Selasa, 09 Mei 2017

Program Unggulan Pasangan Anies-Sandi yang ditunggu masyarakat

Tags

Baru-baru ini Jakarta telah memiliki pemimpin atau gubernur baru. Penunjukan gubernur bau ini dikonfirmasi langsung oleh komisi pemilihan umum daerah Jakarta sebagai panitia resmi, secara langsung. Pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur terpilih itu adalah pasangan Anies Baswedan dan Anis Salahuding Sandiaga Uno. Hal ini pun disambut dengan senang ria oleh masyarakat, yang khususnya memilih calon tersebut.
Beragam cara masyarakat guna memanjatkan rasa syukur mereka kepada Tuhan atas kemenangan pasangan calon gubernur baru tersebut. Ada masyarakat yang menyelenggarakan doa bersama, ada pula yang mengadakan pengajian, bahkan ada pula yang rela meluangkan waktunya untuk membuat perayaan ala-ala Betawi. Perayaan yang dilakukan masyarakat ini tentunya tidak terlepas dari keinginan masyakarat terhadap keinginan mereka untuk dipimpin oleh gubernur dan wakil gubernur yang baru. 

Terpilihnya pasangan calon gubernur Anies dan Sandi ini tidak terlepas pula dari doa-doa yang dipanjatkan. Banyak ditemukan alasan-alasan pada masyarakat yang mengunggulkan kedua pasangan tersebut. Salah satu alasan mereka adalah keinginan masyakarat terhadap pemimpin asli dari keturunan Indonesia. 

Sebagaimana yang diketahui bahwa pasangan calon petahana yang tidak terpilih sebagai gubernur selanjutnya itu memiliki keturunan Tionghoa. Memang persentase alasan tersebut tidak dominan, namun tentu dengan alasan itu pula, seorang pemimpin keturunan Indonesia akan lebih memahami bagaimana keadaan masyarakat yang sebenarnya.

Namun dibalik alasan tersebut, masih ada lagi alasan yang membuat masyarakat Jakarta tertarik untuk memilih pasangan calon gubernur Anies dan Sandi, yakni adanya program rumah dengan 0% deposit atau DP. Hal ini pada umumnya sangatlah dibutuhkan oleh masyarakat, karena program yang diusung oleh pasangan calon gubernur tersebut sangat memudahkan masyarakat untuk memiliki rumah.

Hal ini cukup beralasan, karena mayoritas masyarakat di Jakarta yang memiliki taraf ekonomi menengah ke bawah, tidak memiliki rumah sendiri. Mayoritas mereka tinggal di rumah susun, rumah sewa, kos bahkan ada pula yang hanya memanfaatkan sela-sela ruang kosong di jembatan. Oleh karena itu, program ini pun sangat dinanti oleh masyarakat. Semoga program ini benar-benar dapat terealisasi, agar setiap masyarakat dapat menikmati bagaimana nuansa memiliki rumah sendiri.

<<<<< Terima kasih >>>>>

This Is The Oldest Page
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

Tidak ada komentar